My fuckinphotography.

Senin, 31 Oktober 2011

Mengapa (mereka pikir) jurusan IPA lebih baik?

Apakah anda pernah mengalami hal yang serupa?

Sebenarnya sistem pendidikan di Indonesia sudah mengelompokkan program studi di SMA menjadi tiga klasifikasi : Kelas IPA, Kelas IPS dan Kelas Bahasa. Hal ini dilakukan pada awalnya untuk memfasilitasi minat siswa yang berbeda-beda, namun karena penerapan yang TOTOL, hal ini kemudian malah berubah menjadi suatu bentuk baru dari education ‘racism’. Menempatkan siswa IPA sebagai ras unggul dunia akademis that give IPA students a privilege to force IPS and Language students to SHIT themselves.

Berikut adalah alasan yang menempatkan kelas IPA sebagai jurusan primadona bagi para orang tua (dan tentunya anak-anak mereka yang ‘penurut’):

1. (Mereka pikir) Pelajaran IPA itu lebih SULIT
Dan yang lebih sulit, yang lebih bikin BANGGA!

 Memasuki kelas 2 SMA semester akhir memang saatnya untuk sport jantung. Bukan apa-apa, masalahnya syarat untuk bisa masuk kelas IPA minimal nilai pelajaran matematika, fisika, kimia, dan biologi (MAFIKIBI) semua harus diatas 6.

Orang tua pun sibuk cari tempat bimbingan belajar untuk anaknya. Kemudian sepulang dari bimbel, masih juga ada guru privat yang sudah menunggu di rumah. Les tambahan dengan guru di sekolah pun tidak lupa diikuti, yah siapa tau aja bisa dapet bocoran soal ulangan .

Ya ampuun, kenapa sih pelajaran IPA sulit semua?!!



Faktanya:
Belajar ilmu pasti sebenarnya tidak sesulit itu (yeah right, TALK TO MY HAND!!), karena seluruh variable-nya teridentifikasi dengan jelas. Objek-objek yang dipelajari kebanyakan benda mati, atau kalaupun tidak, perilakunya mudah diprediksi. Pokoknya pasti-pasti semua deh…

Berbeda dengan pemodelan sosial yang banyak memperhitungkan aspek pola perilaku manusia, dimana variabelnya lebih banyak, lebih rumit, dan tidak dapat diprediksi dengan jelas. Menurut para ahli, justru studi sosial perlu dilakukan dengan analisa yang membutuhkan kemampuan logis yang kuat . Dan tidak ada rumus jempol untuk pelajaran sosial yang dapat dibuat, bahkan oleh seseorang sekelas Einstein sekalipun.




Lagipula setiap orang itu kan dilahirkan dengan bakat yang berbeda-beda. Tidak adil rasanya bila kita mengatakan pelajaran IPA lebih sulit dari pelajaran lainnya. Karena dengan bakat orang yang berbeda-beda, parameter ‘sulit’ pun seharusnya menjadi berbeda-beda. Adalah suatu hal yang wajar apabila seorang matematikawan dapat menguasai deret fourier tanpa kesulitan, sebab bisa jadi parameter sulit menurutnya adalah memainkan Donkey Kong hingga mendapatkan kill screen . Sementara di tempat lain ada lho orang-orang yang bisa melakukannya, menjadi legenda, bahkan di-film-kan!
Dan kalau pun ada orang yang bisa melakukan semua hal tanpa pernah merasa kesulitan, mungkin dia inilah orangnya:



2. (Mereka pikir) Anak IPA itu super PINTAR
Dan yang lebih pintar, yang lebih bikin BANGGA!

Selamat anda kini diterima dikelas IPA! Suka atau tidak, anda lah kini strata tertinggi dalam piramida dunia pendidikan. Pakai lah kacamata, tenteng buku fisika kemana-mana, dan masuk perpustakaan sekali-kali. Orang-orang akan tahu bahwa anda PINTAR. Untuk lebih meyakinkan lagi, bolehlah diskusikan tentang rumus-rumus trigonometri atau reaksi hidrolisis di tempat publik. Maka orang-orang pun akan memandang anda dengan kagum dan berkata lirih: This is the man who is gonna change the world…



Biarkan semua orang tahu, bahwa siswa IPA adalah produk akademis PALING PINTAR sejagad raya. Yang lainnya?? NOTHING!



Faktanya:
Sejak tahun 1983, seorang psikolog dan peneliti Harvard University bernama Howard Garner telah mengatakan bahwa kecerdasan dasar manusia itu dapat terbagi atas beberapa macam, diantaranya:

1. Kecerdasan Visual-Spatial, berhubungan dengan kemampuan mengingat gambar dan visualisasi objek di dalam pikiran.

Contoh karir: peserta kuis tebak gambar

2. Kecerdasan Linguistik, berhubungan dengan kemampuan berbahasa dan mengolah kata.

Contoh karir: playboy, penipu

3. Kecerdasan Logika-Matematika, berhubungan kemampuan berlogika, menghubungkan sebab-akibat, bermain angka-angka. Memiliki korelasi yang erat dengan konsep kecerdasan tradisional atau yang dulu dikenal dengan istilah ‘IQ’.

Contoh karir: Rocket Scientist (ck, boring!)

4. Kecerdasan Fisik-Kinestetik, berhubungan dengan ketangkasan, kontrol tubuh, dan kemampuan meng-handle benda dengan terampil.

Contoh karir: God of gambler

5. Kecerdasan Musikal, berhubungan dengan kemampuan mengenali dan mengolah suara, nada, ritme dan musik baik hanya dengan vokal maupun menggunakan alat.

Contoh karir: personel soneta group

6. Kecerdasan Interpersonal, berhubungan dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Contoh karir: politikus, pejabat, koruptor, business-man, mafia

7. Kecerdasan Intrapersonal, berhubungan dengan kemampuan untuk mengenali diri, introspeksi dan pengembangan diri.

Contoh karir: psikolog, motivator, pengangguran (yang punya cukup banyak waktu untuk merenungi nasibnya yang sial)

Dan pada tahun 1999, ia menambahkan satu kecerdasan dasar lagi kedalam daftarnya.

8. Kecerdasan Naturalis, berhubungan dengan alam, merawat dan menjaga ekosistem lingkungan.

Contoh karir: penjaga kebun binatang



Lalu dimana posisi kecerdasan anak IPA yang katanya paling pintar sejagad raya tadi? Kalau diperhatikan, ternyata pelajaran IPA hanya berkisar di urusan utak-atik angka dan perkara reproduksi kodok. Ini berarti hanya kecerdasan logika-matematik dan kecerdasan naturalis yang digunakan. Atau dengan kata lain, anak IPA belajar di kelas hanya dengan menggunakan ¼ (seperempat) potensi kecerdasannya.

Jadi gimana one-quarter-brained man? Masih menganggap yang lain NOTHING? F*CK YEAH!!


3. (Mereka pikir) Masuk IPA adalah rumus pasti untuk SUKSES di masa depan
Dan yang lebih sukses, yang lebih bikin BANGGA!

[spoiler]Berada di kelas IPA, berarti anda kelak akan menjadi Insinyur, ilmuwan atau dokter. Yang mana (mereka & kita pikir) pasti akan mendapatkan pekerjaan tetap yang mapan, menghasilkan banyak uang, punya rumah mewah, mobil bagus, istri cantik dan mati masuk surga. Lupakan cita-cita masa kecil ingin jadi pelukis, designer pakaian atau guru bahasa inggris. Karena anda tinggal di Indonesia, dimana semua itu (mereka & kita pikir) tidak ada masa depannya.

Kini tujuan anda adalah jurusan-jurusan unggulan di bangku universitas. Pilih salah satu jurusan dari Science, Technology, Engineering, atau Mathematic (STEM), maka anda (kalau beruntung) akan sukses dikemudian hari.

Well done, you’re now already in the right path!



Faktanya:
Memang harus diakui, STEM subjects begitu digemari bukan tanpa alasan. Sumber penghasilan 6 dari 10 orang terkaya versi Forbes berasal dari bidang ini, kecuali Warren Buffet (Berkshire Hathaway), Bernard Arnault (Luis Vitton), Amancio Ortega (Zara), dan Crishty Walton (Walmart).

WAIT A MINUTE!!!!

Are we telling you that the rest of four are not STEM-oriented person and still they get so FREAKIN’ RICH??? Actually, yes we are.

Dan lagi, coba pikir dengan jernih, apa mungkin 10 orang terkaya tadi dapat sedemikian SUKSES tanpa kemampuan bisnis dan interpersonal skill yang luar biasa (which are very very IPS)?? Non-sense!

Tapi mungkin kemudian kalian berpikir:

“Hey.. hey.. Tuan penulis tunggu dulu! Kami ini orang ASIA, kami tidak seambisius itu, kami cuma sekedar ingin hidup normal, menikmati gaji besar dengan anak dan istri-istri kami kelak… “

Ok, then check this out! Dalam sebuah survey yang mengelompokkan 171 bidang studi dalam 15 kategori di Amerika sana, para responden diminta menyebutkan gelar s1-nya dan menyebutkan penghasilannya. Ternyata dari 15 kategori tadi, penghasilan orang Asia mendominasi di 3 kategori yaitu: Hukum dan kebijakan publik, psikologi dan pekerjaan sosial, serta biologi dan ilmu hayati. Well, hanya ilmu tentang reproduksi kodok that works with Asian. Lalu sekarang coba tebak, responden Asia sebagian besar berasal dari lulusan mana? Yes indeed, COMPUTER SCIENCE AND MATHEMATICS. FREAK!!






Mohon dipahami, tulisan ini bukannya tulisan anti IPA,. The thing that I’m trying to say is no matter what your class is, KICK RACISM OUT OF EDUCATION! Setiap manusia berhak untuk menentukan jalan hidupnya, sesuai dengan passion dan cita-cita yang ingin diraihnya. Boleh pilih jurusan manapun, entah IPA, IPS atau Bahasa. Namun yang penting jangan pernah memilih hanya agar hidup ‘aman’. To hell with mainstream we create our own opportunity!

Thank God, our distorted education still teach us how to read, so you can waste your time and read this junk. Enjoy!!

sumber : http://theposkamling.com/mengapa-mer...6053#f35f510f1

Senin, 17 Oktober 2011

Perpustakaan Batas Negara

Banyak anak negri yang pernah apa itu buku, terutama di daerah pedalaman atau perbatasan negara. Memprihatinkan, mereka banyak yang belum mengenal tulisan dan bisa membaca, yang mereka lakukan hanyalah berpmimpi, namun gak tau harus ngelakuin apa untuk menggapai mimpi tersebut.

Seharusnya pemerintah lebih peduli dengan rakyatnya dibatas negara, jangan cuma mentingin yang ada dikota-kota besar yang dananya entah lari kemana. Mereka gimana mau berimajinasi kalo ilmu mereka gitu-gitu aja, tanpa adanya dunia luar dan buku-buku menarik, mereka adalah pahlawan indonesia, yang memeprtahankan negaranya dibatas negara.

Pernah gue liat disuatu acara berita Televisi, ada perpustakaan dan sekolah terapung. Jujur gue kagum sama idenya, dan bangga sama semangat anak-anaknya untuk belajar. Jadi mereka itu belajar diatas perahu yang udah dikeor sedemikian rupa untuk belajar terbuka bagi siapa aja yang gak mampu bersekolah formal.

Beginilah sekolah dan perpustakaan terapung

Pemerintah harus mendidik dengan benar dan formal mereka yang ada di batas negara, minimal dengan membuatkan perpustakaan yang layak dan menarik untuk anak-anak. Mereka adalah calon pemimpin negeri ini, kalau tidak dididik dari umur dini bagaimana negara ini bisa mempunya SDM yang cerdas dan berimajinasi tinggi? www.uibookfest.com

Senin, 26 September 2011

Bawa makanan dari rumah bukan culun!!



Gua dapet inspirasi ini ketika yang benar dan sehat dianggap culun. Kenapa orang berfikir negatif/gak keren dalam arti kata, bahwa kalo laki-laki terutama bawa makanan bekal dari rumah itu kaya anak TK, atau culun, atau lagi bokek. Padahal menurut gua itu hal yang keren, karena kita menghargai makanan yang dimasak sama nyokap, dan kesehatannya udah terjamin 100%, asal-usul bahannya udah tau dari yang berkualitas, coba kalo jajan-jajanan disekolah mungkin belom tentu bener asal-usulnya suatu bahan itu, misalnya aja kalo orangnya males beli cuka dia bisa aja rendem kaos dalem/kolor dia ke kuah lontong sayur, haha. Malah kita bisa hemat uang jajan kita untuk beli keperluan yang lain, bisa kita beliin barang yang asik. 

 Tuh malah kalo nyokap kalian kreatif bisa jadi makanan yang unyu + enak gini, beda sama yang dikantin hiasannya cuma plastik dan uang receh kembalian :D

Jadi jangan malu kalo bawa bekal makanan dari rumah kesekolah, sodara gua aja guitarist band metal, udah kuliah masih aja bawa bekel dari rumahnya, katanya uangnya uangnya ditabung buat beli kaos metal. Jangan ragu, pede aja, positive thinking, biarin temen mau ngomong apa yang penting kita HEMAT, SEHAT, DAN KENYAAAANGG!!! :D

Jumat, 23 September 2011

Happy Birthday RVR

HAPPY BIRTHDAY MY RVR! Hahaha gak kerasa ya sekarang udah gede, udah dewasa, semoga tetap seperti dulu didalam hatinya, semoga kamu tambah pinter, banyak rezeki, panjang umur, dan semua keinginannya tercapai+++. Oh iya aku masih ada loh video dirumah kamu yang dulu, waktu ulang tahun, foto-fot juga lengkap. Tahun lalu masih bisa niup lilin dan ngerayaiin bareng tapi gak dengan sekarang :(

Semoga aja tahun ini kamu dapet surprize yang lebih baik dari pacar kamu, sekali lagi SELAMAT ULANG TAHUN!

Senin, 01 Agustus 2011

Alhamdulillah Akhirnya Bisa Nge-post lagi!!

Alhamdulillahirobbila'lamin, Akhirnya blog gue bisa nge-post lagi setelah lama gak bisa nge-post, karena masalah tarik-ulur verifikasi e-mail yang alot.
Awalnya gue sempet takut banget dan putus asa blog ini bakal gak aktif lagi, tapi setiap hari gue coba(gak setiap hari juga sih :p) untuk nyari solusi dan cara bagaimana blog ini bisa jalan lagi. Alhamdulillah sekali lagi gue ucapkan, gue harap blog ini gak sakit lagi, bisa terus maju, bisa buat sumber rezeki, biasa buat ngehibur kalian lagi, pokoknya bermanfaat bagi orang lain. Oh ya selamat menunaikan ibadah puasa ya bagi teman kamu muslimin dan muslimat, Semoga tahun ini lebih baik dari tahun lalu :)

Kamis, 09 Juni 2011

Sebuah mimpi dari seorang anak bangsa

Didarat kami mengasah ilmu, dilautan kami berinspirasi sebanyak buih dilautan, dan diudara kami bermimpi setinggi awan. Berbicara generasi muda indonesia mambuat saya prihatin, mungkin cuma sekian persen generasi muda umur belasan tahun yang berfikir indonesia itu terlalu buruk untuk sekarang, butuh pemimpin matang untuk indonesia yang lebih baik. Mungkin cuma seberapa persen yang mikir kalo pemerintah sekarang juga terlalu buruk, semua bermasalah dengan uang, korupsi merajalela dimana-mana. Generasi muda sekarang menurutku terlalu manja, terlalu menggampangkan masa depan indonesia, negara yang kaya raya akan sumber daya alamnya ini tetapi terlalu buruk SDMnya untuk memanfaatkan. Remaja belasan tahun terlalu menganggap memikirkan cinta dan gaya hidup, itu adalah segalanya, bukan sebagai penghibur diri, generasi muda terlalu addict sama sebuah band, bukan memikirkan idola tapi segalanya. Indonesia butuh pemimpin muda yang matang, agar menjadi negara kesatuan yang kuat, berfikiran inovatif, dan SDM yang berkualitas baik. Aku bercita-cita menjadi seorang mentri, atau anggota DPR, pokoknya cita-citaku ini ingin untuk negaraku yang lebih baik, yang bisa buat orang miskin makin bangkit, dan yang kaya makin merendah dengan beramal dan membantu si miskin, tidak ada kaya dan miskin dinegri ini nanti jadinya, nantinya akan menjadi sederhana dan si kaya, gak ada miskin yang sampe mati mengemis kelaparan. Walau aku orang yang terlalu gampang dan percaya akan keyakinan yang belum matang, aku ini selalu salah mengambil keputusan, tapi itu biarkanlah jadi pembelajaran hidup, biarkanlah jadi titik balik awal kesuksesan hidupku. Hanya satu pintaku "Semoga Indonesia bukan lagi negara yang lemah, penuh dengan uang gak jelas yang diambil petingginya untuk kepentingan pribadi, bukan jadi negara berkembang tetapi menjadi negara maju yang inovatif. Dan aku ingin orang tuaku bangga dan bahagia betapa hebatnya aku sebagai anak beliau."

Senin, 06 Juni 2011

Godlillac

Bahagia adalah kami, kumpulan remaja dari sekian trilliunan orang diluar sana, kami adalah satu kekuatan yang tak bisa tertandingi selama kita bersatu dan tetap teguh dengan visi-misi kami. Warna adalah kami, berwarna seindah pelangi, namun menerkam seperti serigala yang sedang mencari mangsa. Kami generasi muda yang penuh mimpi dan ambisi, apapun itu masalahnya kami pecahkan dengan penuh solusi kekeluargaan yang sangat menjaga martabat. Gold, kami emas kami harapan besar bangsa indonesia, diam itu emas kami tak peduli orang mau bilang kami apa yang penting kami satu kesatuan dan berbeda dengan kepositifan hidup. Kami bebas, gak ada seniortias disini, yang penting asik dan care satu sama lain. Kami adalah kelompok urban, kami siap dengan masa depan, kami siap mebawa negeri ini menjadi pusat dunia, mimpi yang sangat sulit tapi kami optimis, kami harap kami bersama sampe mati. keep :) and \M/
Si adit masih kecil amat :D